Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kediri sebagai wadah pembinaan mahasiswa dalam pengembangan ilmu keagamaan dan kebahasaan, serta penamaan dan pelestarian tradisi spirilualitas keagamaan, merupakan bagian dari pembinaan mahasiswa dalam rangka pelaksanaan visi dan misi Pendidikan Tinggi Agama Islam.

Dalam sejarahnya, Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kediri adalah pelembagaan tradisi pesantren ke dalam kampus Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Karena itulah Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kediri dalam prakteknya adalah refleksi dari nilai-nilai kepesantrenan, mentransformasikan keilmuan dan pengalaman tradisi keislaman, dan menjadi model pendidikan Islam khas Indonesia karena muncul dan berkembang dan pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya.

Ilmu-ilmu keislaman yang diajakarkan di Ma’had Al-Jami’ah bersumber dari khazanah intelektual klasik, mendorong sikap intelektual yang berpegang teguh kepada tradisi-tradisi Islam yang kaya.

Pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris menjadi menu utama di dalam kurikulum santri ma’had, yaitu masing-masing dua kali pembelajaran dalam seminggu. Ditambah pembelajaran kitab kuning yang dilaksanakan sekali dalam seminggu untuk mencetak santri mahad yang islami. Guru yang mengajar diambil langsung dari pusat bahasa yang sudah berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Selain pembelajaran bahasa Arab, Inggris dan kitab kuning, santri juga diajarkan public speaking dan menunjukkan bakat dan keahliannya di bidang masing-masing dalam satu event setiap minggu.

Ma’had Al-Jami’ah ini diperuntukkan oleh calon-calon mahasiswi baru di IAIN Kediri setiap tahunnya. Untuk kemudian menjalani pembelajaran sebelum dinyatakan lulus setahun kemudian. Setiap tahun biasanya Ma’had siap menampung sekitar 120 calon santri. Sebelum ditampung, Ma’had pun tidak sembarangan memilih calon santri begitu saja. Namun harus melalui beberapa tahap seperti seleksi wawancara, kesanggupan, pengisian formulir, dan tes bahasa secara tertulis.