Mengurai Model Pendidikan Pesantren Berbasis Moderasi Agama: dari Klasik ke Modern

  • Mukhammad Abdullah
Keywords: pesantren, klasik, modern, moderasi agama

Abstract

Artikel ini mengungkap model pendidikan pesantren klasik dan modern dengan mengacu pada konsep moderasi agama. Signifikasi artikel ini terletak pada penelusuran model pengajaran berbasis moderasi agama yang diterapkan di pesantren klasik/salaf dan pesantren modern dengan menggunakan dokumentasi empiris. Motode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian literatur dokumentatif. Secara keilmuan, artikel ini mengambil pendekatan filologi di mana aspek sejarah masa silam pesantren klasik dibahas terutama mengenai konsep moderasi agama. Beberapa hasil penelitian emperis ditampilkan sebagai referensi utama menunjang validasi isi. Kesimpulan dari artikel ini adalah pesantren klasik sejak berdirinya mengukukan dirinya untuk menerapkan moderasi agama yang terlihat dari konsep washatiyah dan al-ghulu yang diajarkan melalui kitab-kitab turats. Selain itu, santri juga diajarkan teori preventif radikalisme sebagai da’i di masyarakat dengan berlandaskan pada empat aliran fiqh; fiqh al-waqi, fiqh al-auwlawiyyat, fiqh al-alam dan fiqh al-Maqasid. Untuk membumikan moderasi agama, kiai membagi tugas santri menjadi tiga kolompok; santri intelektual yang terfokus untuk belajar di pesantren, santri da’I yang terfokus untuk melakukan syi’ar Islam, dan santri pengusaha yang mefokuskan untuk membenahi ekonomi masyarakat. Sadangkan model moderasi agama di pesantren modern, terlihat dari beberap aspek; aspek kurikulum yang ditekankan pada kebutuhan pasar; aspek tenaga pengajar yang didatangkan dari luar negeri dengan tujuan mempelajari langsung cara bersikaf moderat.

Published
2019-12-18